Bulletin KBC Edisi 3

Setelah melalui perjuangan yang cukup berat akhirnya tim redaktur bulletin KBC berhasil menelurkan edisi 3. Hal baru pada edisi 3 adalah terdaftarnya bulletin KBC di LIPI dengan No ISSN: 2089-0648. Selamat!!!

Silahkan download di sini: Buletin KBC edisi 3

atau di sini

Dapatkan Bulletin KBC edisi sebelumnya disini:
Bulletin KBC Edisi 1

dan disini:
Bulletin KBC Edisi 2

Advertisements

January 8, 2012 at 2:52 pm Leave a comment

Penawaran Bantuan Penelitian Burung di Taman Nasional Kerinci Seblat

Dalam rangka meningkatkan upaya konservasi jenis, Balai Besar TNKS bekerjasama dengan Kerinci Birdwatching Club (KBC) dan didukung oleh The Rufford Small Grants Foundation membuka kesempatan kepada mahasiswa tingkat akhir untuk melakukan penelitian skripsi di kawasan TNKS dengan obyek penelitian spesies burung.

1.    Topik penelitian antara lain:

  •  Eksplorasi jenis-jenis burung di kawasan TNKS Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh antara lain: jalur pendakian Gunung Kerinci, jalur pendakian Danau Gunung Tujuh, Rawa Bento, Bukit Tapan, Goa Kasah, Pauh Tinggi, Pungut, Lempur. 
  • Perburuan dan perdagangan burung di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

2.    Tujuan dari penelitian antara lain adalah:

  • Mendata keanekaragaman jenis burung untuk tujuan monitoring dan bahan interpretasi alam.
  • Mengidentifikasi ancaman perburuan burung liar di alam.
  • Melengkapi database peta sebaran burung di kawasan TNKS.
  • Meningkatkan minat terhadap kegiatan pengamatan burung di kawasan TNKS.
  • Sebagai bagian dari upaya pendidikan konservasi untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian burung liar di habitat alaminya.

3.    Peneliti akan mendapat bantuan berupa:

  • Bantuan penelitian sebesar Rp. 2 juta per topik penelitian.
  • Akomodasi di Kota Sungai Penuh selama melakukan penelitian (2 kamar untuk 4-5 orang di Mess KBC).
  • Penggunaan fasilitas Balai Besar TNKS seperti Pos Resort.
  • Peminjaman perlengkapan penelitian seperti Buku Field Guide,  GPS, Tenda, Sleeping Bag, dan Teropong (selama tidak digunakan dalam tugas).

4.    Waktu penelitian diharapkan selesai Desember 2011.

5.    Dokumentasi dan data-data hasil penelitian harus diserahkan ke Balai Besar TNKS dan KBC sebagai bahan kampanye, database dan keperluan lain dengan tetap menyebutkan sumbernya.

6.    Proposal harus disampaikan kepada kami selambatnya akhir bulan September 2011 melalui email: bbtnks@gmail.com dan cc ke kbctnks@gmail.com disertai dengan data diri berupa: Nama, NIM, Jurusan/ Prodi, Fakultas, Universitas, Tempat dan tanggal lahir, Jenis kelamin, Alamat, Telpon, Email.

7.    Kesempatan terbatas untuk 5 (lima) proposal pertama yang terpilih.

8.    Peneliti yang disetujui diwajibkan untuk mengurus perizinan Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) ke Kantor Balai Besar TNKS, melakukan presentasi pra dan pasca penelitian serta menandatangani surat pernyataan kesanggupan menyelesaikan penelitian.

9.    Informasi selengkapnya dapat menghubungi  Sdri. Dian Indah Pratiwi (Telp. 085641441851) dan Sdr. Agung Nugroho (Telp. 08127876148).

 

August 12, 2011 at 5:34 pm 1 comment

Diklat Pembentukan Anggota Penuh KBC

Kerinci Birdwaching Club (KBC) tidak bosan-bosannya mengadakan kegiatan untuk kemajuan organisasinya kedepan. Salah satu kegiatannya ialah Pendidikan dan Pelatihan anggota KBC. Diklat yang diadakan KBC sudah terlaksanakan sebanyak 2 kali yaitu pada tahun 2010 dan 2011 namun diklat yang dilaksanakan sebelumnya hanya untuk memperkenalkan dan memberi pengetahuan tentang organisasi KBC, bagaimana cara pengamatan dan pembekalan praktek pengamatan burung, sedangkan Diklat yang kali ini dilaksanakan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya tapi tetap terdapat perbedaan diantaranya ialah Diklat kali ini bertujuan untuk mendapatkan nomor anggota dengan syarat peserta adalah anggota KBC yang telah bergabung dengan mengisi formulir pendaftaran anggota dan telah mengikuti beberapa kali kegiatan KBC.

Kedepan kegiatan Diklat KBC akan dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Diklat Pembinaan untuk penyegaran dan pengenalan bagi anggota biasa yang baru bergabung. Dan Diklat Pembentukan untuk mendapatkan kartu dan nomor anggota dan mendapatkan hak-hak sebagai anggota penuh diantaranya adalah hak suara dan menjadi pengurus KBC. Pada Diklat Pembentukan peserta harus lulus ujian tertulis dan praktek serta aktif dalam klub/ telah mengikuti beberapa kali kegiatan KBC.

Rencana awal diklat diadakan dibulan Juli yakni tanggal 2 s.d 3 namun karena ada sedikit persiapan yang belum matang maka kegiatan ditunda dan terealisasikan pada hari sabtu 23 s.d minggu 24 juli 2011, bertempat di Kantor Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BTNKS). Hari pertama Diklat kegiatan diawali dengan pembekalan materi yang terdiri dari 8 materi wajib (Pengenalan alat-alat, pengenalan morfologi burung, pengenalan ekosistem burung, pengenalan jenis burung, pengenalan organisasi KBC, pengenalan kegiatan pengamatan burung, pengenalan metode penelitian dan pengenalan TNKS) yang diberikan oleh instruktur KBC. Pada hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan ujian mengenai materi yang telah dibekali pada hari sebelumnya sekitar 1 jam dengan 30 soal essay. Setelah ujian selesai peserta langsung menuju lokasi pengamatan burung diarea persawahan dibelakang kantor Bupati Kabupaten Kerinci dimulai dari pukul 16.30 s.d 17.45 WIB.

Dalam praktek pengamatan peserta telah dibagi menjadi 4 (empat) kelompok pada hari sebelumnya. secara diam-diam instruktur menilai keaktifan dan keseriusan peserta secara individu dalam melaksanakan prosesi kegiatan diklat. Selain itu, hal lain yang dinilai pada praktek ini yakni kekompakan tim kelompok serta presentasi hasil pengamatan yang ditulis.

Diklat yang diikuti oleh 17 anggota aktif KBC berakhir pukul 18.00 WIB. Untuk hasil kelulusan peserta diklat belum bisa diumumkan karena menunggu rapat penilaian dari instruktur diklat. Direncanakan hasil diklat akan diinformasikan dalam waktu dekat. Setelah informasi diumumkan peserta yang lulus akan dikukuhkan untuk menjadi anggota tetap organisasi Kerinci Birdwaching Club (KBC). Peserta yang belum lulus diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan dengan waktu yang akan ditentukan kemudian.

Semoga diklat pembentukan anggota penuh KBC yang perdana diadakan ini bisa memberi pencerahan untuk eksistensi organisasi KBC di Kota Sungai Penuh / Kerinci dalam konsistensinya terhadap pelestarian satwa burung liar dan habitat alaminya.

Kegiatan Diklat didukung oleh The Rufford Small Grants Foundation, bagian dari project “Bird Conservation and Education in Kerinci Seblat NP, Sumatra: Building Local Foundation to Address Increasingly Chronic Pressure on Bird Habitat and Population”, project leader Agung Nugroho yang juga pendiri KBC. (Fheni Singaro)

Instruktur Diklat:
1. Agung Nugroho
2. Hadinata Karyadi
3. Dedi
4. Dian Indah Pratiwi

Peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Anggota KBC tahun 2011:
1. Josse Candra (Chua)
2. Fenilia (singaro)
3. Muhammad Wira Dinata (Singo)
4. Eli Zalmi (Loli Breng)
5. Deni
6. Fitri
7. Pitah (Bohay)
8. Zerwin
9. Hengky
10. Padel
11. Rivaldi
12. Yoga
13. Rizki
14. Bungi (Diam)
15. Adi
16. Maizardi
17. Daffi

July 29, 2011 at 3:05 am Leave a comment

Kiprah KBC di Hari Bumi dan Hari Kehutanan Internasional 2011

Dalam rangka Hari Bumi dan Hari Kehutanan Internasional tahun 2011, KBC ikut memeriahkan dengan mengadakan lomba mewarnai untuk tingkat TK dan SD sampai kelas 3 dan lomba poster untuk Umum. Selain itu, juga ada Pameran yang dibuka oleh Beberapa Kelompok Pecinta Alam (KPA) diantaranya KPA Telaga Biru Lempur dan KPA Hijau Sungai Penuh serta dari KBC sendiri.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan beserta mahkluk hidup di dalamnya. Tema yang diangkat adalah pelestarian terhadap burung liar dan habitat alaminya.

Alhamdulillah, pada event kali ini banyak yang berpartisipasi. Peserta yang ikut lebih kurang 50 Orang yang berasal dari sekolah-sekolah disekitar wilayah Kota Sungai Penuh. Kegiatan lomba yang diadakan pada Hari Minggu 8 Mei lalu, dimulai pada pukul 09.00 WIB. Pembukaan acara diawali dengan pemutaran Film Konservasi yang dilaksanakan oleh pihak TNKS yang ikut mendukung acara lomba.

Setelah pemutaran film, lomba langsung dilaksanakan hingga jam 11.00 WIB. Tenggang jam 11 ke 12 dimamfaatkan oleh dewan juri untuk menilai hasil lomba. Sambil menunggu hasil lomba dari dewan juri, para peserta dipandu panitia melaksanakan game yang berhubungan dengan pengetahuan seputar dunia Burung yang merupakan besic dari organisasi KBC sendiri. Game yang dilaksanakan selain untuk mengisi waktu luang juga berfungsi untuk menumbuh cintakan rasa kepedulian dan perlindungan terhadap satwa burung minimal dilingkungan sekitar. Permainan yang diadakan juga memberikan hadiah bagi yang aktif. Hadiahnya berupa pin burung, Pembatas Buku dan Kaset.

Tepat pukul 12.00 WIB, dewan juri selesai melaksanakan tugasnya dan langsung mengumumkan para juara lomba.
Juara Lomba Mewarnai yakni:
• Juara I dari SDN. 022 Sumur Anyir atas nama M. Habib As Shubhi
• Juara II dari TK Islam ALmadany atas nama Kholisah
• Juara III dari SD Percontohan atas nama M.Haikal
Sedangkan untuk juara Poster dimenangkan oleh:
• Juara I dari SMAN 2 Sungai Penuh atas nama Nelsi Brazilia
• Juara II dari Sispala Rimba Hijau atas nama Rifalmi Deski
• Juara III dari Kerinci Hijau Club atas nama Nofer.

Pembagian hadiah diberikan langsung oleh Bapak Najmudin (Dari TNKS yang memberikan hadiah untuk lomba Poster) dan oleh Bapak Suarman (Dari Dinas Kehutanan Kota Sungai Penuh yang memberikan hadiah untuk lomba mewarnai).

Dengan dilakukan penyerahan hadiah untuk para pemenang, maka berakhir pula acara lomba mewarnai dan poster dalam rangka hari Bumi Internasional Tahun 2011. namun sebelum semua kembali kerumah masing-masing maka dilaksanakan foto bersama untuk dokumentasi. (Fheni Singaro)

May 24, 2011 at 10:17 am Leave a comment

Pembinaan dan Pelatihan Pengamat Burung KBC 2011

Kerinci Birdwaching club atau biasa disingkat dengan KBC merupakan salah satu komunitas pecinta burung dengan kegiatannya cenderung pada pengamatan satwa burung dan habitatnya sekaligus pendataan jenis burung yang diamati. Kegiatan rutin tahunan dari KBC ialah Pendataan burung air serentak dilaksanakan diseluruh Asia bahkan Dunia pada minggu kedua dan ketiga bulan januari.

KBC sudah lama berdiri yaitu pada tanggal 24 November 2002 atau lebih kurang 8 tahun. Dalam perkembangannya KBC mulanya bernama Saka Wana Bakti Birdwaching Club (SBC) yang merupakan Satuan Karya Pramuka dibawah naungan departemen Kehutanan dan di Kerinci atau Sungai Penuh dibawah binaan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Selanjutnya untuk mengembangkan minat dan membuka kesempatan bagi kaula muda diluar SBC, maka SBC berubah nama menjadi Kerinci Birdwaching Club (KBC). Ternyata tindakan tersebut tidak sia-sia, terbukti setelah berganti nama KBC makin dikenal dan makin bisa menunjukkan eksistensinya serta grafik anggotanyapun makin tinggi.

Eksistensi KBC ini bisa dilihat dari banyaknya gebrakan-gebrakan yang dilaksanakan oleh KBC. Mulai dari pengamatan burung air yang rutin dilakukan oleh KBC tiap awal tahun serentak diseluruh dunia, mengadakan lomba pengamatan burung tingkat mula yang merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan di Pulau Sumatera tahun 2010 lalu, pengamatan-pengamatan dipemukiman/batas hutan dan bahkan dalam hutan, pembuatan Buletin hingga pembinaan KBC dengan tujuan untuk merenkrut anggota baru.

Pada tahun 2011 ini, Pembinaan KBC kembali dilaksanakan. Tujuannya tidak lain untuk regenerasi dari komunitas KBC sendiri. Pembinaan KBC kali ini merupakan pembinaan yang kedua setelah tahun 2010 silam.

Pembinaan KBC yang kedua ini dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut yakni hari sabtu 19 februari sampai minggu 20 februari 2011 bertempat di Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) dan di Sungai Ampuh. adapun peserta yang ikut pembinaan KBC ini terdiri dari 27 orang dengan asal pertama KPA telaga biru (Lempur), Hijau Club, Mapala STAIN Kerinci, Mapala Buana Sakti Kerinci, mahasiswa STKIP dan 6 orang anggota KBC sebagai pendamping.

Pembinaan yang dilaksanakan oleh KBC dengan Ketua pelaksana Agung Nugroho, mengemas kegiatan menjadi 2 tahap yakni tahap pertama materi ruangan yang dilaksanakan pada hari sabtu dan prakek lapangan pada hari selanjutnya.

Para peserta dari pembinaan ini sangat antusias sekali dalam mengikuti tiap materi maupun praktek lapangan. Adapun materi dalam ruangan yang disajikan adalah materi TNKS, pengantar pengamatan burung, metode pengamatan, dan pengenalan KBC pada akhir kelas dilaksanakan breafing untuk praktek lapangan serta langsung pembagian kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 3 hingga 4 orang. Tiap kelompok didampingi oleh anggota KBC yang telah dahulu bergabung.

Pada praktek lapangan, seluruh peserta dan panitia berangkat pukul 07.05 WIB. Lokasi pengamatan di sungai ampuh (kebun salah satu simpatisan KBC yang bernama Ibu Debby) yang berada pada ketinggian 1230 mdpl dengan koordinat S2o5,724′-E101o22,408′. Dari kantor BBTNKS peserta dan panitia berangkat dengan 2 jenis kendaraan, sebagian diangkut dengan kendaraan roda empat dan sebagiannya lagi berangkat dengan menggunakan kendaraan roda dua. Sesampainya dilokasi pukul 07.15 WIB peserta langsung menyebar dengan kelompok masing-masing yang berjumlah 9 kelompok yaitu kelompok abang pipi, rangkong, elang bondol, paok, kuntul kerbau, kuau raja, punai, bangau dan bentet kelabu.

Kelompok yang solid tersebut berpencar untuk melakukan pengamatan. Pengamatan yang dimulai pada pukul 07.15 WIB selesai pukul 09.30 WIB dengan hasil pengamatan burung yang diperoleh rata-rata adalah burung srigunting kelabu/keladi, burung rangkong, burung tangkar uli, burung pipit, burung takur bukit, burung sikatan besi, burung kutilang merbah dan cucak kerinci. Yang 2 diantaranya merupakan burung endemic sumatera.

Setelah praktek lapangan para peserta beristirahat sambil menikmati sejuknya cuaca, angin yang sepoi-sepoi bak dipantai dan ditemani carut marut sang siamang nan indah serta kicauan burung yang menari-nari diatas kepala menghilangkan penat dahaga saat melakukan pengamatan yang melelehkan keringat. Tak lama hidangan bubur kacang hijau siap disantap yang disediakan oleh panitia sambil makan peserta saling berbagi pengalaman dengan Ibu debby yang juga merupakan pecinta satwa burung. Kemudian semua kembali ke kantor TNKS untuk persentasi hasil pengamatan dari tiap kelompok.

Persentasi tiap kelompok dimulai pukul 13.00 WIB setelah Ishoma. Semua kelompok sangat bersemangat menyampaikan hasil dari kegiatannya dilapangan. 1 jam setengah persentasi berlangsung. Pada ujung pembinaan dilaksanakan diskusi projek KBC kedepan.

Acara pembinaan ini ditutup pada pukul 16.00 WIB namun sebelum kegiatan ini usai panitia memberikan suatu penghargaan bagi tiap kelompok dan peserta pribadi yang aktif dan berprestasi pada pembinaan ini. Penghargaan peseta yang berprestasi adalah gina (Masker) dan Edi hendri effendi (Mahasiswa STKIP), selanjutnya penghargaan diberikan pada kelompok yang berprestasi yakni kelompok bentet kelabu dan Puak. Terakhir penghargaan khusus diberikan pada anggota KBC yang lebih dahulu bergabung yang terdiri dari 6 orang.

Dengan diberikannya penghargaan kepada peserta dan kelompok yang berprestasi dan aktif selama mengikuti kegiatan pembinaan KBC tahun 2011 maka pembinaan tahun ini ditutup secara resmi dan peserta yang ikut pembinaan KBC tahun 2011 tinggal satu langkah lagi untuk resmi menjadi anggota KBC, yaitu cukup memberikan formulir kesediaan bergabung yang telah dibagi maka dengan otomatis mereka akan langsung bergabung dengan Kerinci Birdwaching Club.

Bagaimana? Serukan bergabung dengan Kerinci Birdwaching Club (KBC), tidak rumit ataupun berbelit-belit. Ayo, bagi teman-teman yang mau bergabung jangan ragu-ragu. Komunitas ini sangat positif sebagai alternative kegiatan yang akan meningkatkan rasa cinta alam, kepedulian dan kebanggaan terhadap lingkungan khususnya satwa burung hingga kita juga akan bisa meningkatkan wawasan kita seputar burung dan habitatnya serta upaya pelestariannya. Sampai jumpa dipembinaan KBC selanjutnya, terima kasih. (Fheni Singaro Tupan).

May 24, 2011 at 10:06 am Leave a comment

KBC GOES TO SCHOOL

Ditahun 2011 Kerinci Birdwaching Club (KBC) mempunyai salah satu program kerja yakni KBC GOES TO SCHOOL yang bertujuan untuk menarik minat para siswa-siswa dalam mencintai satwa burung. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi KBC dalam eksisitasnya.

Sosialisasi KBC ke Sekolah ini dimulai dari TK Pembina. Kegiatan yang dikemas dalam sosialisasi di TK ini yakni dengan memberikan cerita dongeng tentang burung. Fokusnya dongeng burung Rangkong yang jika dikembalikan ke kehidupan manusia mempunyai filosofi yang sangat pas.
Selain mendongeng, pihak KBC juga mengenalkan beberapa jenis burung yang ada disekitar dengan menirukan suara burung dan memperagakan burung terbang dengan mengepakkan tangan keatas kebawah. Para murid TK Pembina sangat bersemangat dan antusias sekali dalam menerima sosialisasi KBC ini. Dipenghujung acara diadakannya mewarnai gambar burung rangkong.

Selanjutnya sosialisasi KBC dilaksanakan di SD Pertiwi. Di SD hanya kls V yang diijinkan oleh Kepala Sekolah. Walaupun demikian itu lebih dari cukup setidaknya dari beberapa orang disekolah bisa menyebarkan informasi sesame temannya.
Kegiatan sosialisasi di SD sedikit berbeda dengan TK, teknik yang digunakan di SD yaitu menceritakan tentang burung, fungsi dan mamfaat burung dalam kehidupan, tes kemampuan pengetahuan siswa terhadap satwa burung hingga memperkenalkan KBC secara sekilas terhadap murid-murid yang ada. Walaupun kegiatan sosialisasi yang diberikan hanya 1 jam, tapi cukup memuaskan karena semua murid yang berjumlah lebih kurang 45 orang sangat antusias dan bersemangat.

Sosialisasi tidak hanya diadakan di TK dan SD, sosialisasi berlanjut ke SMP. Kali ini SMP yang dijadikan tahap awal sosialisasi yaitu SMPN 2 Sungai Penuh. Sosialisasi di SMP diawali dengan pemutaran Film Konservasi dari pihak TNKS karena Sosialisasi kali itu KBC bergabung dengan pihak TNKS yang mensosialisasikan tentang Satwa Liar. Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan memperkenalkan tentang KBC, memperkenalkan beberapa jenis burung, perlengkapan pengamatan burung, tips-tips pengamatan burung dan penghujung acara diadakan game konservasi yang dipandu oleh salah satu tim KBC.

Sosialisasi tahap awal, hanya diambil beberapa sekolah sebagai sampel atau dengan kata lain sebagai tolak ukur KBC untuk melanjutkan kegiatannya. Setelah melaksanakan beberapa sosialisasi di 3 sekolah dengan tingkatan yang berbeda, selanjutnya direncanakan akan diadakannya sosialisasi ke SMA dan Kampus-Kampus. Harapan dari KBC semoga dengan sosialisasi yang merupakan pengalaman pertama sejak KBC eksis membuahkan hasil dan mamfaat besar dalam merangsang rasa cinta terhadap satwa burung dan regenerasi dari keanggotaan KBC sendiri. (Fheni Singaro)

May 24, 2011 at 9:59 am Leave a comment

Trip 3 Danau Di Lempur Tengah

Danau nyalo, danau duo dan danau lingkat merupakan beberapa rangkaian danau yang berada di daerah kabupaten kerinci yakni di lempur tengah. Sabtu 12 februari, Kerinci Birdwaching club (KBC) terdiri dari saya, agung nugroho, yose chua dan pita melakukan perjalanan ke danau nyalo ,duo dan danau lingkat bersama staf dari Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) yang dikomandoi oleh pak najmudin, andre, pera, ajenk, dian dan agit serta 2 orang sahabat alam yang berasal dari salah satu KPA di Lempur Tengah yang menjadi navigator perjalanan kali ini.

Pukul 07.00 WIB kita mulai bergerak dari sungai penuh ke lempur dan sampai di lempur tengah sekitar pukul 09.15 WIB. Perjalanan dari kota hingga ke daerah tujuan kali ini bisa dikatakan lumayan lama karena ada beberapa situasi yang kita hadapi mulai dari pemberhentian di simpang jujun untuk membeli bekal perjalanan hingga pemberhentian ditengah jalan dari lolo menuju lempur dikarenakan ada proyek pelebaran jalan. Tapi syukurlah kita tidak terlalu kesiangan walaupun sebenarnya sudah melewati target awal.

Sampai dilempur kendaraan dititipkan ditempat pertambangan pasir. Dan petualangan dimulai sekitar pukul 09.15 WIB dengan rute awal yakni danau nyalo yang pada dasarnya lebih dekat dari titik start perjalanan dibandingkan dengan danau duo. Perjalanan diawali dengan jalan tanah berpasir disekitar pertambangan kemiringan 60-70derjad selanjutnya track yang dilalui mendatar dan sedikit menanjak dengan view perkembungan penduduk. 20 menit berjalan cukup santai maka perjlanan dilanjutkan dengan menurun hingga dasar danau yang berawa dikelilingi pandan-pandan yang cukup banyak hingga sampai finish sekitar pukul 09.50 WIB. Berada di danau nyalo ini kiranya kita memang harus berlapang dada karena tidak adanya tempat bersantai untuk menikmati keindahan danau serta harus siap untuk bertarung dengan lintah dan serangga-serangga kecil yang menjaga danau mungil ini.

Danau yang berada diketinggian 1000 mdpl dengan titik koordinata S02derjad16,508′-E101derjad33,362′ ini mempunyai banyak potensi pelengkap keindahannya. Antara lain seperti ratusan burung belibis yang berenang dan terbang berkoloni di sekitar danau, burung tangkar uli Sumatra yang merupakan salah satu burung endemic Sumatra, burung merbah dan beberapa satwa yang tidak bisa kita nikmati langsung keindahannya hanya suara merdunya yang bisa didengar seperti siamang, burung rangkong dan sebagainya. Selain itu didanau ini kita juga bisa menemukan beberapa jenis anggrek dan salah satu tanaman yang dilindungi yakni tanaman kantong semar.

Banyaknya flora dan fauna yang bisa memanjakan diri untuk menyatu dengan alam sekitar danau tentunya akan membuat betah jiwa-jiwa yang kesana walaupun tidak bisa bersantai dengan lama dan bahkan harus bertarung dengan lintah dan beberapa serangga kecil hingga harus merelakan diri untuk basah melewati rawa-rawa nyalo. Banyak sekali hal menarik disini, salah satunya yakni air danaunya. Air danau ini bila dilihat sekilas biasa saja namun jika dilihat dengan penuh ketelitian air ini ternyata warnanya agak kemerahan dan dari sinilah konon katanya nama nyalo melekat untuk danau yang berdiameter lebih kurang 100 meter ini. Kata nyalo mempunyai arti menyala, karena airnya kemerahan seakan menyala itulah salah satu alasan dinamakan danau nyalo.

Kurang dari setengah jam kami disana, sekitar pukul 10.10 WIB perjalanan dilanjutkan ke danau duo. Track menuju danau duo ini cukup melelahkan. Kami harus melewati jalan perkebunan warga yang telah ditinggalkan selama 40 menit hingga akhirnya kami menemukan perjalanan setapak yang menanjak dengan kemiringan 70-80derjad. tanjakan itu dilewati selama 2 jam lebih hingga mencapai top 1300 mdpl kita menukik turun ke ketinggian 1290mdpl kebibir danau duo. Sekitar pukul 12.00 WIB kita sampai di danau duo.

Di danau duo ini tidak banyak satwa yang kita temui atau didengar suara-suaranya, mungkin karena sudah terlalu siang. Yang menarik dari danau duo ini yakni sekeliling danau ditumbuhi oleh tanaman kulit manis yang ditanam oleh warga setempat, selain itu kita juga bisa menikmati keindahan danau dengan berakit ria, bagi teman-teman yang mau camping disini kiranya bisa didirikan sekitar 10 sampai 15 tenda doom. Banyak teman-teman yang bertanya kenapa danau ini disebut danau duo? Konon informasi yang didengar katanya jika musim kemarau danau ini seakan berbatas dan tampak menjadi dua danau, itulah sebabnya disebut danau duo. Kebetulan saat kita berkunjung duo danau itu tidak keliahatan jadi yang dilihat hanya satu danau.

Setelah makan, berakit ria dan mengabadikan moment, sekitar pukul 14.15 WIB kita berkemas untuk kembali pulang. Lutut kami diuji kembali kekuatannya menuruni jalan yang tidak ada datarnya, dengan terik matahari yang menyengat hingga guyuran peluhpun membasahi seluruh tubuh. Sepanjang perjalanan rumput yang kering kerontang menggerahkan mata, debu-debu tak bisa kami hindari. Sesekali suara rangkong menghibur dan tampak 2 ekor elang melepas kepulangan kami. Perjalanan yang penuh perjuangan itu akhirnya sampai juga diparkiran kendaraan sekitar pukul 16.15 WIB. Dengan wajah yang lelah kami istirah sebentar melepas penat dan langsung kembali pulang, namun sebelum pulang kami mampir sebentar ke danau lingkat.

Danau lingkat juga mempunyai keunikan sama dengan danau nyalo yakni pada airnya yang bewarna hijau, berada pada ketinggian 1020 mdpl dengan titik koordinat S2derjad16,098′-E101derjad32798′ juga memiliki potensi yang menarik, diantarnya sekeliling danau yang pepohonannya sangat rapat, disini kita juga bisa berakit dan memancing ikan-ikan yang ada di danau ini. Selain itu beberapa jenis burung juga bisa dijumpai disini diantaranya burung srigunting hitam, kareo padi, belibis, elang, kicuit dan lain sebagainya. Sesekali suara siamang bernyanyi dengan indahnya. Disini juga terdapat tanaman kantong semar.

Untuk mencapai danau lingkat ini kita bisa langsung menggunakan kendaraan hingga bibir danau, tidak seperti 2 danau yang kami lewati sebelumnya harus hiking dulu untuk menikmati keindahan danau. Beberapa menit kami disana dan Sekitar pukul 17.25 WIB kita kembali pulang ke sungai penuh.

Bagi teman-taman yang mau berpetualang menuju rangkaian 3 danau mungil ini, ada beberapa tips untuk kenyamanan perjalanan yakni:

1. perjalanan yang singkat bukan berarti tanpa perlengkapan yang lengkap, diusahakan selalu membawa rain coat untuk jaga-jaga jika turun hujan, makanan dan air minum yang cukup, jangan lupa pakai pelindung kepala karena sepanjang perjalanan terik matahari akan langsung menyengat serta perlengkapan P3K.
2. diusahakan mengenakan sepatu boot karena menuju bibir danau nyalo akan melewati rawa dengan tumbuhan pandan disekitarnya dan untuk jaga-jaga agar kaki tidak dicium lintah dan serangga kecil yang lumayan banyak.
3. jika sampai finish danau nyalo diusahakan jangan banyak mengeluarkan suara, takutnya mengganggu koloni belibis berhabitat di danau ini yang cukup banyak.
4. karena di danau nyalo dan lingkat ada tanaman yang dilindungi yakni kantong semar, maka bagi teman-teman yang datang ke danau ini jangan coba-coba untuk mencabutnya. :0).
5. hal yang terpenting yakni jika ingin ke danau nyalo diusahakan ditemanai guite dari pemuda/masyarakat setempat karena rute perjalanan yang sudah tertutup.
6. bagi teman-teman yang mau ke danau duo ada cara lain untuk menuju sana, yakni kita bisa menggunakan kendaraan off road karena jalannya sudah cukup bagus cuma dikhawatirakan jika mengendarai kendaraan biasa karena tanjakannya yang tajam dan lumayan licin bertanah. Jika kita mengendarai kendaraan hingga top kemudian turun sedikit kira-kira kurang dari 10 menit kita bisa langsung menikmati keindahan danau duo ini.(Fheni Singaro)

February 14, 2011 at 10:08 am Leave a comment

Older Posts Newer Posts


Kerinci Birdwatching Club (KBC) adalah organisasi non profit yang berkedudukan di Sungai Penuh dan Kerinci. KBC merupakan kelompok binaan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat dengan keanggotaan terbuka untuk umum dari berbagai kalangan, profesi, kelompok usia, ataupun latar belakang pendidikan yang mempunyai minat terhadap kajian burung, peduli terhadap kelestariannya dan mempunyai jiwa konservasi.
December 2017
M T W T F S S
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031