Archive for February, 2013

TEROPONG AWC 2013 AT RANOH KINCAI

Gebrakan pertama kepengurusan baru Kerinci Birdwatching Club (KBC) ialah tak lain dan tak bukan partisipasi wajib tahunan yakni Asian Waterbird Census atau biasa disingkat AWC, yang serentak diadakan setiap Minggu Ketiga dan Keempat bulan Januari. 

 
Kali ini dibawah Kepemimpinan Robby, KBC melaksanakan AWC di tiga spot yang pernah diamati yakni Danau kerinci, Danau Nyalo dan Rawa Bento. Kenapa Tiga Lokasi ini yang dipilih??? Tujuannya selain sebagai perwakilan perbedaan ekosistemnya, hal itu juga bertujuan untuk membandingkan Burung-Burung yang diamati ditahun sebelumnya.
 
 
Pada AWC tahun ini, KBC sepakan dibagi team Pengamat yakni pada Kamis 24 Januari team pengamatnya dibagi 2 team yakni Team Danau Kerinci dan Team Danau Nyalo. Adapun Team Danau Kerinci adalah Diah, Roma, Hengki, Nana, Feni, Dodi, Icha dan Rani sedangkan Team Danau Nyalo-Lingkat hanya 2 orang yakni Ighun dan Arif. Hal ini dikarenakan rekan-rekan yang lainnya punya kesibukan lain dan rekan-rekan yang di Danau Kerinci hanya  mempunyai waktu hingga siang hari jadi mereka tidak bisa melengkapi team Danau Nyalo. Walaupun demikian tidak mengurangi semangat Team Danau Nyalo-Lingkat untuk melanjutkan Misinya.
 Image
                                                        Team I Danau Kerinci
 ImageImage

                                                Ighun n Arief (PJ Nyalo-Lingkat)

 
Team AWC KBC tepat pukul 06.00 Wib berkumpul di Sekretariat KBC, setelah segala persiapan rampung dan timur tengah sudah diisi masing-masing Teampun siap melaju ketujuan pengamatan. 07.00 Wib dengan mengendarai Kendaraan Roda Dua, gas motorpun dimainnkan. Dengan penuh suka cita dan semangat yang masih fresh team sampai dititik pengamatan masing-masing.
 
Pada pengamatan kali ini bisa dikatakan persiapannya cukup matang dimana peralatan yang digunakan sudah cukup sempurna yakni ada Binoculer (Teropong), Global Position System (GPS), Buku Panduan Lapangan (Mc.Cinnon), Buku Catatan, Kamera dan lain sebagainya. Hanya saja sangat disayangkan team tidak membawa Monoculler karena alat tersebut masih digunakan oleh pihak Balai Besar TNKS jadi team tidak bisa meminjammnya J. Padahal alat tersebut sangat membantu team mengamati jarak jauh agar jelas, karena binoculler untuk jarak yang jauh sangat terbatas.
 Image
Salah Satu Lokasi Pengamatan di Danau Kerinci

 Image
Kuntul-Kuntul yang tertangkap Teropong KBC

 Image
Salah satu anggota team yang sedang fokus mengamati
Image

Identifikasi Jenis Burung

Pengamatan pertama oleh team pertama rampung pada pukul 10.00 Wib dengan 5 Spot Di Danau kerinci mulai dari Pinggiran Danau di daerah Sanggarang Agung hingga Keluru- Jujun. Sedangkan team kedua selesai melaksanakan misinya yakni pukul 13.30 Wib mengingat lokasi Danau Nyalo tidak sedekat Danau Kerici dan tracknyapun cukup menantang dengan berjalan kaki lebih kurang 15 menit untuk sampai kelokasi akhir pengamatan.

Adapun hasil pengamatan pertama di Danau Kerinci ialah: Kuntul Kerbau (21 ekor), Kuntul Kerbau birding ( 11 Ekor), Kuntul Kecil ( 41Ekor), Kuntul Cina (2 Ekor), Cekakak Sungai (1 Ekor), Cekakak Belukar (1   Ekor), Tukik Tikus (1Ekor),Kareo Padi (5 Ekor). Sayang sekali beberapa jenis Burung yang pernah diamati ditahun-tahun sebelumnya tidak kita jumpai seperti Mandar Batu yang pernah kita jumpai pada tahun 2011 lalu.

Sedangkan hasil pengamatan di Danau Nyalo-Lingkat juga cukup mengecewakan, Belibis yang kita targetkan dan diharapkan bisa ditemui seperti tahun 2011 tetap nihil, di Nyalo team hanya menemukan Raja Udang meninting (1 Ekor) dan beberapa jenis Burung lainnya yang notabene bukan Burung air yang menjadi focus pengamatan. Sedangkan di Danau Lingkat team hanya mendengar beberapa suara Burung Kareo Padi (Bahasa Daerahnya Burung Uak-Uak) yang jumlahnya sekitar 2 hingga 3 ekor.

Image
 
   Keasyikan Tampak pada Team Nyalo-Lingkat 
Team Nyalo-Lingkat juga sempat berbincang dengan masyarakat setempat mengenai target pengamatan. Beberapa penduduk mengakui bahwa ia pernah melihat Belibis di Danau Lingkat 9 Ekor sekitar Sebulan yang lalu dan di Danau Nyalo katanya masyarakat juga pernah melihatnya. Informasi masyarakat tersebut menjadi referensi untuk KBC kedepannya, bahwa target yang diamati masih ada hanya saja mungkin dibulan tertentu dan cuaca tertentu juga. Tapi team tetap semangat dan tidak berputus asa untuk terus mengamati satwa bersayap itu.
 
Spot Pengamatan Selanjutnya yang dilaksanakan oleh team ketiga berlokasi di Rawa Bento Kecamatan Polompek. Dilaksanakan pada hari Minggu 27 Januari 2013. Team yang bertanggungjawab ialah Robby, Ighun, Arief, Doni, Riko, Dodi.
 Image
Team Rawa Bento yang sedang serius mengamati target
 Lokasi yang cukup jauh memaksa mereka berangkat sehari sebelumnya dan ngecamp disana. Hal tersebut dilakukan agar tidak terlalu siang pengamatan dilakukan. Sentuhan embun yang dingin saat Hangat Mentari menyentuh tubuh mereka tidak menjadi penghalang untuk terus meneropong sang satwa bersayap itu. menyusuri rawa sesekali tidak bisa dihindarkan langkah kaki terjebak dirawa tersebut, namun team tetep jayoo heee…..

Image 
Jebakan yang biasa untuk lokasi Rawa Bento 🙂
Cuaca cukup cerah menambah semangat team menyatu ditengah Rawa Bento nan eksotis dengan kicauan Burung dan satwa lain menyambut kedatangan mereka. Pengamatan yang dimulai sejak pukul 06.10 Wib selesai dilaksanakan pukul 11.30 Wib. Adapun Burung-Burung Air yang tertangkap Teropong Team tigapada ialah: Kuntul Kerbau ( 87 Ekor), Berkik Rawa (2 Ekor), Raja Udang Meninting (1 Ekor), Mandar Batu (1 Ekor) dan Cangak Laut (4 Ekor).
Image 
Kuntul Kerbau yang Jumlahnya mendominasi di tiap tempat

Image

 
salah satu Burung yang tertangkap teropong KBC di Rawa Bento
Walaupun partisipasi KBC dalam AWC belum bisa merata diwilayah Ranoh Kincai tapi KBC cukup puas karena 3 spot cukup mewakili masing-masing ekosistem yang berbeda. Semoga ditahun selanjutnya KBC masih bisa terus berpartisipasi pada AWC tentunya akan lebih sempurna. Amien…(Fheni SIngaro)
Advertisements

February 6, 2013 at 5:27 am Leave a comment

Regenerasi Pengurus KBC

Regenerasi Kepengurusan Kerinci Birdwatching Club (KBC) akhirnya terealisasikan juga pada Musyawararah Besar (Mubes) KBC sore Jum’at tanggal 18 Januari 2013 Pukul 16.00 Wib, bertempat di Markas Besar (Sekretariat) KBC yang baru di Dusun Empih Kota Sungai Penuh.
Pada Mubes KBC semua pengurus dan anggota serta dewan Pembina diundang untuk ikut dalam proses pergantian Kepengurusan KBC periode 2013-2015. Namun pengurus dan anggota yang berkesempatan hadir hanya 19 orang dari anggota yang aktif, karena jumlah anggota yang hadir lebih kurang separuh dari anggota yang aktif maka Mubes tetap dilanjutkan.
 
Mubes kali ini dipimpin oleh Fheni Singaro yang merupakan Sekretaris KBC sebelumnya. Ketua (yosse) dan Bendahara (Deni Paducy) tidak dapat ikut serta dalam Mubes kali ini dikarenakan domisili sementara mereka berada diluar Kota Sungai Penuh jadi mereka menitipkan amanah agar kegiatan tetap dilanjutkan tanpa terhambat oleh ketidakhadiran mereka.
 
Tepat pukul 16.00 Wib, fheni membuka Mubes dan melaporkan secara umum kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh kepengurusan sebelumnya. Mubes KBC kali ini cukup santai tapi tetap serius dengan disela sesekali dengan canda dan tawa anggota Mubes. Sebelum Mubes dilanjutkan dengan kegiatan inti yakni pemilihan Pengurus KBC yang akan melanjutkan roda kepemimpinan kedepannya, Dewan Pengurus KBC yang diwakili oleh Diah memberikan sedikit arahan untuk KBC secara keseluruhannya dan untuk kelancaran kegiatan Mubes khususnya. 
 Image
             Pengarahan yang sedang disampaikan oleh perwakilan Dewan pembina (Diah)
 
Setelah Diah memberikan pengarahannya, pemimpin Mubes memberikan kesempatan kepada anggota untuk mengeluarkan pendapatnya devisi-devisi apa yang akan ditambahkan ke dalam kepengurusan dan system pemilihan yang akan digunakan. Beberapa usul dan saran disampaikan oleh anggoda Mubes, yang pertama saran dari saudara ighun, agar devisi pendidikan dan pengembangan anggota dimasukkan. Kemudian usul dari wira agar devisi survey dan ekspedisi tetap dimasukkan. Terakhir saran dari saudara ighun lagi untuk system pemilihan kita gunakan system voting dengan cara menuliskan nama yang diyakini rekan-rekan dikertas kecil yang berukuran lebih kurang 3×5 cm digulung.
 
Usul terakhir dari saudara ighun tersebut disepakati oleh seluruh anggota Mubes. Namun sebelum dilanjutkan ke pemilihan pengurus inti anggota Mubes menunjuk 3 orang yang menjadi calon coordinator KBC. Ketiga orang tersebut ialah Robby, Wira dan Ighun (Andi s.Gunawan). dari ketiga calon tersebut sebenarnya saudara wira keberatan untuk dicalonkan Karena mengingat kesibukannya yang sangat banyak, walaupun ia sudah menyampaikan alasannya anggota Mubes sepakat dilanjutkan Mubes dengan tiga orang calon tersebut.
 
Dan tindak menunggu lama, salah satu anggota langsung menyiapakan kertas kemudian dibagikan satu persatu ke anggota. Kertas yang telah ditulis  dikumpulkan dan dihitung bersama-sama untuk memastikan tidak ada kecurangan dalam proses pemilihan kepengurusan KBC. Jumlah kertas yang dihitung sesuai atau sama dengan jumlah yang hadir maka kegiatan dilanjutkan dengan perhitungan suara. 
 
Hasil dari pemilihan tersebut yakni, Sdr. Robby memperoleh 10 suara, Sdr. Wira 0 Suara dan Sdr. Ighun 9 Suara. Nah dari hasil tersebut walaupun selisih satu angka namun sangat jelas siapa anggota KBC yang akan meneruskan roda kepemimpinan di tubuh KBC. Sdr. Robby sebagai top suara pada Mubes kali ini berhak menjadi Koordinator KBC dan Sdr. Ighun sebagai Sekretarisnya. 
 Image
    Sesaat Setelah Pengurus terpilih dipilih oleh Anggota
 
Image
                              Wajah-Wajah yang akan meneruskan Roda Kepemimpinan KBC
 
Untuk bendahara, semua anggota sepakat  Juwita yang ditunjuk. Sedangkan untuk Devisi-devisinya diserahkan langsung kepada Pengurus yang terpilih untuk menentukan orang-orangnya. Dan nanti disampaikan pada pertemuan berikutnya sekalian dengan rapat program kerja KBC kedepannya.
 
Mubes selesai tepat pukul 17.55 Wib, namun sebelum anggota Mubes kembali rumahnya masing-masing, pengurus terpilih diberikan kesempatan untuk berbicara didepan anggota yang hadir. Diawali dari Koordinator terpilih, Sekretaris dan Bendahara. Setelah itu Mubes ditutup secara resmi oleh pemimpih rapat. Semoga Pengurus terpilih bisa lebih mengembangkan organisasi KBC kedepannya dengan inovasi-inovasi baru yang tentunya tidak merugikan organisasi. Selamat untuk Pengurus terpilih. BraVoo KBC…. Salam Birders!!!!! (Fheni Singaro)

February 6, 2013 at 5:08 am Leave a comment


Kerinci Birdwatching Club (KBC) adalah organisasi non profit yang berkedudukan di Sungai Penuh dan Kerinci. KBC merupakan kelompok binaan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat dengan keanggotaan terbuka untuk umum dari berbagai kalangan, profesi, kelompok usia, ataupun latar belakang pendidikan yang mempunyai minat terhadap kajian burung, peduli terhadap kelestariannya dan mempunyai jiwa konservasi.
February 2013
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728