TEROPONG AWC 2013 AT RANOH KINCAI

Gebrakan pertama kepengurusan baru Kerinci Birdwatching Club (KBC) ialah tak lain dan tak bukan partisipasi wajib tahunan yakni Asian Waterbird Census atau biasa disingkat AWC, yang serentak diadakan setiap Minggu Ketiga dan Keempat bulan Januari. 

 
Kali ini dibawah Kepemimpinan Robby, KBC melaksanakan AWC di tiga spot yang pernah diamati yakni Danau kerinci, Danau Nyalo dan Rawa Bento. Kenapa Tiga Lokasi ini yang dipilih??? Tujuannya selain sebagai perwakilan perbedaan ekosistemnya, hal itu juga bertujuan untuk membandingkan Burung-Burung yang diamati ditahun sebelumnya.
 
 
Pada AWC tahun ini, KBC sepakan dibagi team Pengamat yakni pada Kamis 24 Januari team pengamatnya dibagi 2 team yakni Team Danau Kerinci dan Team Danau Nyalo. Adapun Team Danau Kerinci adalah Diah, Roma, Hengki, Nana, Feni, Dodi, Icha dan Rani sedangkan Team Danau Nyalo-Lingkat hanya 2 orang yakni Ighun dan Arif. Hal ini dikarenakan rekan-rekan yang lainnya punya kesibukan lain dan rekan-rekan yang di Danau Kerinci hanya  mempunyai waktu hingga siang hari jadi mereka tidak bisa melengkapi team Danau Nyalo. Walaupun demikian tidak mengurangi semangat Team Danau Nyalo-Lingkat untuk melanjutkan Misinya.
 Image
                                                        Team I Danau Kerinci
 ImageImage

                                                Ighun n Arief (PJ Nyalo-Lingkat)

 
Team AWC KBC tepat pukul 06.00 Wib berkumpul di Sekretariat KBC, setelah segala persiapan rampung dan timur tengah sudah diisi masing-masing Teampun siap melaju ketujuan pengamatan. 07.00 Wib dengan mengendarai Kendaraan Roda Dua, gas motorpun dimainnkan. Dengan penuh suka cita dan semangat yang masih fresh team sampai dititik pengamatan masing-masing.
 
Pada pengamatan kali ini bisa dikatakan persiapannya cukup matang dimana peralatan yang digunakan sudah cukup sempurna yakni ada Binoculer (Teropong), Global Position System (GPS), Buku Panduan Lapangan (Mc.Cinnon), Buku Catatan, Kamera dan lain sebagainya. Hanya saja sangat disayangkan team tidak membawa Monoculler karena alat tersebut masih digunakan oleh pihak Balai Besar TNKS jadi team tidak bisa meminjammnya J. Padahal alat tersebut sangat membantu team mengamati jarak jauh agar jelas, karena binoculler untuk jarak yang jauh sangat terbatas.
 Image
Salah Satu Lokasi Pengamatan di Danau Kerinci

 Image
Kuntul-Kuntul yang tertangkap Teropong KBC

 Image
Salah satu anggota team yang sedang fokus mengamati
Image

Identifikasi Jenis Burung

Pengamatan pertama oleh team pertama rampung pada pukul 10.00 Wib dengan 5 Spot Di Danau kerinci mulai dari Pinggiran Danau di daerah Sanggarang Agung hingga Keluru- Jujun. Sedangkan team kedua selesai melaksanakan misinya yakni pukul 13.30 Wib mengingat lokasi Danau Nyalo tidak sedekat Danau Kerici dan tracknyapun cukup menantang dengan berjalan kaki lebih kurang 15 menit untuk sampai kelokasi akhir pengamatan.

Adapun hasil pengamatan pertama di Danau Kerinci ialah: Kuntul Kerbau (21 ekor), Kuntul Kerbau birding ( 11 Ekor), Kuntul Kecil ( 41Ekor), Kuntul Cina (2 Ekor), Cekakak Sungai (1 Ekor), Cekakak Belukar (1   Ekor), Tukik Tikus (1Ekor),Kareo Padi (5 Ekor). Sayang sekali beberapa jenis Burung yang pernah diamati ditahun-tahun sebelumnya tidak kita jumpai seperti Mandar Batu yang pernah kita jumpai pada tahun 2011 lalu.

Sedangkan hasil pengamatan di Danau Nyalo-Lingkat juga cukup mengecewakan, Belibis yang kita targetkan dan diharapkan bisa ditemui seperti tahun 2011 tetap nihil, di Nyalo team hanya menemukan Raja Udang meninting (1 Ekor) dan beberapa jenis Burung lainnya yang notabene bukan Burung air yang menjadi focus pengamatan. Sedangkan di Danau Lingkat team hanya mendengar beberapa suara Burung Kareo Padi (Bahasa Daerahnya Burung Uak-Uak) yang jumlahnya sekitar 2 hingga 3 ekor.

Image
 
   Keasyikan Tampak pada Team Nyalo-Lingkat 
Team Nyalo-Lingkat juga sempat berbincang dengan masyarakat setempat mengenai target pengamatan. Beberapa penduduk mengakui bahwa ia pernah melihat Belibis di Danau Lingkat 9 Ekor sekitar Sebulan yang lalu dan di Danau Nyalo katanya masyarakat juga pernah melihatnya. Informasi masyarakat tersebut menjadi referensi untuk KBC kedepannya, bahwa target yang diamati masih ada hanya saja mungkin dibulan tertentu dan cuaca tertentu juga. Tapi team tetap semangat dan tidak berputus asa untuk terus mengamati satwa bersayap itu.
 
Spot Pengamatan Selanjutnya yang dilaksanakan oleh team ketiga berlokasi di Rawa Bento Kecamatan Polompek. Dilaksanakan pada hari Minggu 27 Januari 2013. Team yang bertanggungjawab ialah Robby, Ighun, Arief, Doni, Riko, Dodi.
 Image
Team Rawa Bento yang sedang serius mengamati target
 Lokasi yang cukup jauh memaksa mereka berangkat sehari sebelumnya dan ngecamp disana. Hal tersebut dilakukan agar tidak terlalu siang pengamatan dilakukan. Sentuhan embun yang dingin saat Hangat Mentari menyentuh tubuh mereka tidak menjadi penghalang untuk terus meneropong sang satwa bersayap itu. menyusuri rawa sesekali tidak bisa dihindarkan langkah kaki terjebak dirawa tersebut, namun team tetep jayoo heee…..
Image 
Jebakan yang biasa untuk lokasi Rawa Bento :)
Cuaca cukup cerah menambah semangat team menyatu ditengah Rawa Bento nan eksotis dengan kicauan Burung dan satwa lain menyambut kedatangan mereka. Pengamatan yang dimulai sejak pukul 06.10 Wib selesai dilaksanakan pukul 11.30 Wib. Adapun Burung-Burung Air yang tertangkap Teropong Team tigapada ialah: Kuntul Kerbau ( 87 Ekor), Berkik Rawa (2 Ekor), Raja Udang Meninting (1 Ekor), Mandar Batu (1 Ekor) dan Cangak Laut (4 Ekor).
Image 
Kuntul Kerbau yang Jumlahnya mendominasi di tiap tempat

Image

 
salah satu Burung yang tertangkap teropong KBC di Rawa Bento
Walaupun partisipasi KBC dalam AWC belum bisa merata diwilayah Ranoh Kincai tapi KBC cukup puas karena 3 spot cukup mewakili masing-masing ekosistem yang berbeda. Semoga ditahun selanjutnya KBC masih bisa terus berpartisipasi pada AWC tentunya akan lebih sempurna. Amien…(Fheni SIngaro)

February 6, 2013 at 5:27 am Leave a comment

Regenerasi Pengurus KBC

Regenerasi Kepengurusan Kerinci Birdwatching Club (KBC) akhirnya terealisasikan juga pada Musyawararah Besar (Mubes) KBC sore Jum’at tanggal 18 Januari 2013 Pukul 16.00 Wib, bertempat di Markas Besar (Sekretariat) KBC yang baru di Dusun Empih Kota Sungai Penuh.
Pada Mubes KBC semua pengurus dan anggota serta dewan Pembina diundang untuk ikut dalam proses pergantian Kepengurusan KBC periode 2013-2015. Namun pengurus dan anggota yang berkesempatan hadir hanya 19 orang dari anggota yang aktif, karena jumlah anggota yang hadir lebih kurang separuh dari anggota yang aktif maka Mubes tetap dilanjutkan.
 
Mubes kali ini dipimpin oleh Fheni Singaro yang merupakan Sekretaris KBC sebelumnya. Ketua (yosse) dan Bendahara (Deni Paducy) tidak dapat ikut serta dalam Mubes kali ini dikarenakan domisili sementara mereka berada diluar Kota Sungai Penuh jadi mereka menitipkan amanah agar kegiatan tetap dilanjutkan tanpa terhambat oleh ketidakhadiran mereka.
 
Tepat pukul 16.00 Wib, fheni membuka Mubes dan melaporkan secara umum kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh kepengurusan sebelumnya. Mubes KBC kali ini cukup santai tapi tetap serius dengan disela sesekali dengan canda dan tawa anggota Mubes. Sebelum Mubes dilanjutkan dengan kegiatan inti yakni pemilihan Pengurus KBC yang akan melanjutkan roda kepemimpinan kedepannya, Dewan Pengurus KBC yang diwakili oleh Diah memberikan sedikit arahan untuk KBC secara keseluruhannya dan untuk kelancaran kegiatan Mubes khususnya. 
 Image
             Pengarahan yang sedang disampaikan oleh perwakilan Dewan pembina (Diah)
 
Setelah Diah memberikan pengarahannya, pemimpin Mubes memberikan kesempatan kepada anggota untuk mengeluarkan pendapatnya devisi-devisi apa yang akan ditambahkan ke dalam kepengurusan dan system pemilihan yang akan digunakan. Beberapa usul dan saran disampaikan oleh anggoda Mubes, yang pertama saran dari saudara ighun, agar devisi pendidikan dan pengembangan anggota dimasukkan. Kemudian usul dari wira agar devisi survey dan ekspedisi tetap dimasukkan. Terakhir saran dari saudara ighun lagi untuk system pemilihan kita gunakan system voting dengan cara menuliskan nama yang diyakini rekan-rekan dikertas kecil yang berukuran lebih kurang 3×5 cm digulung.
 
Usul terakhir dari saudara ighun tersebut disepakati oleh seluruh anggota Mubes. Namun sebelum dilanjutkan ke pemilihan pengurus inti anggota Mubes menunjuk 3 orang yang menjadi calon coordinator KBC. Ketiga orang tersebut ialah Robby, Wira dan Ighun (Andi s.Gunawan). dari ketiga calon tersebut sebenarnya saudara wira keberatan untuk dicalonkan Karena mengingat kesibukannya yang sangat banyak, walaupun ia sudah menyampaikan alasannya anggota Mubes sepakat dilanjutkan Mubes dengan tiga orang calon tersebut.
 
Dan tindak menunggu lama, salah satu anggota langsung menyiapakan kertas kemudian dibagikan satu persatu ke anggota. Kertas yang telah ditulis  dikumpulkan dan dihitung bersama-sama untuk memastikan tidak ada kecurangan dalam proses pemilihan kepengurusan KBC. Jumlah kertas yang dihitung sesuai atau sama dengan jumlah yang hadir maka kegiatan dilanjutkan dengan perhitungan suara. 
 
Hasil dari pemilihan tersebut yakni, Sdr. Robby memperoleh 10 suara, Sdr. Wira 0 Suara dan Sdr. Ighun 9 Suara. Nah dari hasil tersebut walaupun selisih satu angka namun sangat jelas siapa anggota KBC yang akan meneruskan roda kepemimpinan di tubuh KBC. Sdr. Robby sebagai top suara pada Mubes kali ini berhak menjadi Koordinator KBC dan Sdr. Ighun sebagai Sekretarisnya. 
 Image
    Sesaat Setelah Pengurus terpilih dipilih oleh Anggota
 
Image
                              Wajah-Wajah yang akan meneruskan Roda Kepemimpinan KBC
 
Untuk bendahara, semua anggota sepakat  Juwita yang ditunjuk. Sedangkan untuk Devisi-devisinya diserahkan langsung kepada Pengurus yang terpilih untuk menentukan orang-orangnya. Dan nanti disampaikan pada pertemuan berikutnya sekalian dengan rapat program kerja KBC kedepannya.
 
Mubes selesai tepat pukul 17.55 Wib, namun sebelum anggota Mubes kembali rumahnya masing-masing, pengurus terpilih diberikan kesempatan untuk berbicara didepan anggota yang hadir. Diawali dari Koordinator terpilih, Sekretaris dan Bendahara. Setelah itu Mubes ditutup secara resmi oleh pemimpih rapat. Semoga Pengurus terpilih bisa lebih mengembangkan organisasi KBC kedepannya dengan inovasi-inovasi baru yang tentunya tidak merugikan organisasi. Selamat untuk Pengurus terpilih. BraVoo KBC…. Salam Birders!!!!! (Fheni Singaro)

February 6, 2013 at 5:08 am Leave a comment

TEROPONG at MASGO JAYA GUNUNG RAYA

Jalan Menuju Lokasi Pengamatan
Kepedulian akan satwa Burung selalu mengalir ditubuh Kerinci Birdwatching Club (KBC), hal ini ditunjukkan dengan slalu diadakannya kegiatan rutinitas yakni pengamatan burung yang ada ditempat-tempat yang masi tergolong alami.
Kali ini teropong KBC bertolak kearah selatan Kabupaten Kerinci tepatnya di daerah Masgo Jaya Kecamatan Gunung Raya. Menurut informasi dari masyarakat setempat, daerah itu merupakan perlintasan berbagai macam satwa burung khususnya Burung Rangkong. Karena informasi tersebut, tim KBC sepakat untuk melakukan kegiatan pengamatan disana yang bertujuan untuk memastikan kebenaran informasi masyarakat yang nantinya akan menambah database ragam satwa aves bagi KBC khususnya.
Teropong KBC menuju lokasi pengamatan Masgo Jaya pada hari Sabtu tanggal 30 Juni 2012, tepat pukul 14.00 WIB tim yang berjumlah 12 orang yakni; feni, dian, diah, wira, ighun, sisi, luke, shim, riko, roza, desti dan robby bertolak ke daerah tersebut dengan mengendarai kendaraan roda 4 dan roda 2. Perjalanan yang cukup santai menempuh waktu 2,5 jam perjalanan dan sampai pukul 16.05 WIB. Sesampai disana timpun telah ditunggu oleh teman yang merekomendasikan lokasi yakni Bang Ten dan beberapa teman lainnya.
Tidak ingin menyia-nyiakan waktu tersisa, sebelum matahari tenggelam diufuk Barat, tim bergegas menuju Pondok Ladang Bang Ten dengan berjalan kaki selama + 10 menit yang menjadi lokasi pertama pengamatan sekaligus tempat tim untuk bermalam. Sebelum melakukan pengamatan salah satu dari tim yakni ighun didampingi bang Ten melapor kepada Kepala Dusun setempat (Masgo Jaya), alhamdullah Kaduspun menyambut tim dengan senang hati.  Pukul 17.45 WIb, tim menyiapkan segala perlengkapan pengamatan yakni buku panduan, teropong dan tentunya buku catatan. Pengamatan sore itu, tim belum beruntung karena target yang diincar tidak menampakkan wujudnya, tim hanya menemukan bekas sarang burung yang ada dipohon besar yang diduga merupakan eks sarang  Burung Rangkong, dan beberapa burung-burung kecil yang familiar ditemui dilokasi lain.

 

Mari Mengisi Timur Tengah
Suasana Pondok Bang Ten
Pengamatan sore berhenti pukul 18.25 WIb, timpun langsung bergegas membersihkan diri masing-masing, kemudian melakukan ibadah dan mengisi Timur Tengah yang telah tak sabar menunggu rezeki. Setelah timur tengah cukup terisi, tim melakukan breafing untuk scedulle pengamatan esok hari dipandu oleh bang Ten yang menguasai lokasi pengamatan. Menurutnya agar pengamatan maksimal dan kebetulan tim cukup banyak maka timpun dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing tim bertanggaung jawab melakukan pengamatan ditempat yang telah diarahkan oleh bang Ten.
Tim pertama bertanggung jawab dilokasi pertigaan jalan dan sekitarnya Masgo Jaya yang dihendel oleh Robby, Diah dan Feni. Tim Kedua bertanggung Jawab dilokasi sekitar Pondok Kebun hingga Aliran Sungai yang dihendel oleh WIra, sisi, roza, desti, sisi, luke, shim dan riko sedangkan tim ketiga bertanggung jawab dilokasi paling ujung masgo jaya yang dihendel oleh Diah dan ighun. Karena lokasinya agak jauh maka dilokasi ketiga hanya ditempatkan 2 orang. Setelah pembagian tim selesai dan sebelum kembali ketempat peraduan, tim melakukan pengamatan malam dengan target Burung hantu dari pukul 09.00 Wib sampai 10. 15 Wib tim berjalan menyusuri kegelapan malam menembus ilalang dengan turunan dan tanjakan kira-kira  15­­ derjat. Namun sayang, tim tidak mendapatkan apa-apa hanya satu ekor burung tapi tidak jelas wujudnya sehingga tim tidak dapat mengidentifikasi jenisnya.
Berjalan ditengah gelap Malam, berharap mendapatkan SESUATU

 

Pengamatan malam merupakan kali pertama bagi tim KBC. Cukup seru dan menyenangkan sambil menikmati sejuknya malam dibawah sinar rembulan yang dipagari bintang gemintang bertaburan dilangit lepas dilengkapi suara-suara satwa liar yang saling bersahutan, tak ada kata lelah yang keluar dari mulut tim yang ikut serta walaupun ada beberapa yang jungkir balik selama perjalanan, namun torehan senyum slalu diekspresikan.
Slalu Eksis walau kedinginan..
Malam telah larut, pukul 11. 55 WIb timpun berpencar menuju tempat istirahat masing-masing, yang perempuan berkumpul dipondok bang Ten sedangkan yang laki-laki beristirahat di tenda. Keesokan Pagi ketika matahari telah menampakkan sinarnya diufuk Timur, timpun bersiap untuk melakukan pengamatan. Selesai mengisi timur tengah tepat pukul 06.05 Wib timpun berpencar sesuai kelompok masing-masing menuju lokasi yang telah ditentukan.
Teropong tim pertama berhasil menemukan Burung Rangkong, Kadalan Birah, Srigunting Kerladi, ALap-alap Macan, Sepah Padang dan beberapa burung lainnya yang sangat familiar serta sarang-sarang burung yang dipepohonan lokasi pengamatan. Teropong tim kedua hanya menemukan burung Rangkong yang sedang terbang asyiknya disekitar sungai secara bersamaan sebanyak 5 ekor dan beberapa burung lainnya yang biasa dijumpai ditempat lain. Dan teropong tim ketiga berhasil menemukan elang bondol, rangkong dan beberapa burung lainnya juga.
Srigunting Keladi Bird  yang berhasil di dokumentasikan

 

Rongga disalah satu Pohon dekat Pondok yang diduga merupakan eks. Sarang Burung
-

 

Elang Bondol Bird tengah bersantai di Pohon yang cukup tinggi

 

Salah satu burung belum teridentifikasi oleh tim karena ciri-ciri khusus kurang jelas

 

Pohon Mati yang mempunyai Rongga, diduga merupakan eks. Sarang Burung
Pengamatan berakhir pukul 10.00 Wib. Semua tim berkumpul dilokasi pengamatan pertama yang dekat dengan pondok tempat penitipan  kendaraan tim. Setelah semua berkumpul timpun melapor secara lisan hasil pengamatan dilokasi masing-masing. Alhamdullilah dimasing-masing lokasi tim berhasil menemukan Rangkong. Namun, sangat disayangkan pengamatan kali ini ada beberapa jenis burung yang tidak dapat diidentifikasi oleh tim karena target tidak terjangkau oleh pandangan tim secara jelas hingga ciri-ciri khusus dari satwa tersebut tidak bisa dipastikan. Hal ini merupakan salah satu kelemahan pengamatan kali ini, karena perlengkapan pengamatan tidak lengkap seperti monoculler yang bisa membantu tim mengamati target dengan jelas dari kejauhan tidak dibawa karena alasan tertentu, GPS yang berfungsi untuk melengkapi laporan akan koordinat pengamatan, ketinggian lokasi pengamatan ketinggalan atau lupa dibawa dan terakhir kamera yang tim gunakan hanya menggunakan  kamera pokep yang tentunya hasil yang didapat juga tidak terlalu memuaskan. Namun walaupun demikian, tim cukup puas karena persentase yang teridentifikasi dan yang tidak perbandingannya cukup sedikit, kira-kira 95 % dapat diketahui jenisnya dan hanya 5 % yang tidak diketahui jenisnya.

 

Memastikan jenis Burung Yang tertangkap Kamera Tim

 

Masih melanjutkan Identifikasi Jenis Burung yang didapat

 

Tim Sesi Masgo jaya
Siap-Siap Back To Home…

Seperti biasa, pengamatan kali ini bukanlah untuk kepentingan organisasi semata, namun lebih dari tujuan organisasi yakni agar masyarakat lebih peduli dan melindungi  satwa ini. Karena keberadaan mereka tidak bisa dikesampingkan dalam rantai makanan kehidupan. Setidaknya dimulai dari hal yang kecil bisa menumbuhkan rasa kecintaan dan kepedulian serta perlindungan akan alam secara keseluruhan.

(Fheni SIngaro)

July 13, 2012 at 6:12 pm Leave a comment

Bulletin KBC Edisi 4

Edisi kali ini menarik, ada topik tentang perburuan burung, lomba mural konservasi burung, berkano dan pengamatan burung migran di Rawa Bento, hasil kontemplasi dari sebuah kegelisahan dalam pengembangan ekowisata di lembah Kerinci dan perjalanan menantang melihat air terjun 3 sejajar serta masih banyak lagi. Segera akses dan selamat membaca.
Silahkan download pdf file Bulletin KBC edisi 4 di sini.
Bagi yang berniat mencetak dalam bentuk print out buku silahkan download di sini.

April 4, 2012 at 1:12 pm Leave a comment

Basecamp Baru KBC dan Kantor Koperasi Pemuda Ornitho

Awal tahun ini KBC telah mempunyai basecamp sendiri yang beralamat di Jl Gajah Mada 4 A Desa Pelayang Raya Kota Sungai Penuh 37114. Basecamp ini juga sekaligus menjadi kantor bagi Koperasi Pemuda Ornitho KBC. Semoga dengan adanya rumah baru ini ikut mendukung terlaksananya kegiatan-kegiatan KBC dan Koperasi Pemuda Ornitho kedepannya.
Pada lomba mural kemarin dinding jalan yang tepat berada di halaman basecamp KBC menjadi lebih berwarna dan sekaligus sebagai media kampanye bagi pelesatarian burung-burung liar di habitatnya. Selamat!

February 27, 2012 at 8:49 am Leave a comment

KBC, Not Just A Birdwatching Club

Bulan November 2011 umur KBC telah genap 9 tahun. Selama kurun waktu tersebut KBC mengalami pasang surut sejak diinisiasi tahun 2002. Sebagai satu-satunya kelompok pengamat burung di Sungai Penuh dan Kerinci dan mungkin disekitar kawasan TNKS, keberadaan KBC sangatlah strategis untuk menciptakan generasi muda yang peduli dan berperan aktif dalam upaya pelestarian kawasan konservasi.

Slogan “Not Just A Birdwatching Club” memberikan nafas baru dalam kegiatan KBC. Kegiatan KBC tidak terbatas pada aktivitas pengamatan burung saja namun dalam konteks yang lebih luas. Ada 5 (lima) pilar yang akan dikembangkan oleh KBC yaitu (1) Penguatan Kelembagaan, (2) Penerapan Sains, (3) Pembinaan Cinta Alam, (4) Pengembangan Ekowisata, dan (5) Entrepreneurship.

#1 Penguatan kelembagaan sangat penting untuk menjaga eksistensi dan kontinuitas kegiatan KBC serta visi dan misi yang diembannya. Untuk itulah pada bulan Agustus 2011 KBC telah menyusun statuta/ anggaran dasar lembaga yang mengatur tata organisasi dan kepengurusan KBC. Selain memastikan berjalannya Anggaran Dasar, penguatan kelembagaan terus dikembangkan dengan kegiatan rekruitmen dan pendidikan dan latihan minimal setahun sekali, sistem kesekretariatan dan penyediaan media informasi yang modern, inovatif dan kreatif serta kepengurusan yang mengutamakan proses regenerasi.

#2 Dalam konteks bina cinta alam, aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan KBC mengacu pada pembentukan sikap (character building) yang ramah terhadap lingkungan hidup. Sikap-sikap tersebut ditanamkan dalam setiap kegiatan misalnya tidak membuang sampah sembarangan atau tidak mengganggu dan merusak hidupan liar yang ada. Penekanan ini disertai dengan pemahaman yang benar tentang akibat yang bisa timbul sehingga sifat-sifat cinta terhadap alam tidak terjadi karena doktrinasi tapi karena kesadaran. Kegiatan bina cinta alam juga dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi kepada pelajar, pemuda dan masyarakat umum antara lain melalui kegiatan kunjungan sekolah/ school visit, pengamatan burung bersama, kampanye dan lomba.

#3 Kegiatan pengamatan burung juga dapat meningkatkan kapasitas keilmuan penggiatnya. Hasil-hasil pengamatan burung yang diperoleh dengan metode pengambilan data tertentu secara ilmiah dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan. Penerapan sains tidak terbatas pada kegiatan survey biodiversitas tapi juga terhadap ancaman.

#4 Kegiatan pengamatan burung telah dikenal secara luas dan mendunia, sehingga mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan ekowisata unggulan. Kegiatan-kegiatan pengamatan burung yang dilakukan oleh KBC diarahkan untuk menemukenali obyek-obyek pengamatan yang potensial sekaligus mengasah kemampuan interpretasi alam. Kegiatan ekowisata yang disertai dengan interpretasi alam akan memberikan nilai lebih terhadap kekayaan alam dan meningkatkan kesadaran penikmatnya untuk menjaga kelestariannya.

#5 Entrepreneurship atau jiwa kewirausahaan sangat penting untuk melatih kemandirian dan keuletan serta menjadi salah satu pendukung kegiatan KBC. Untuk itulah anggota KBC pada tanggal 17 Agustus 2011 bertepatan dengan HUT RI berkumpul mengadakan rapat anggota pembentukan Koperasi Pemuda Ornitho. Bentuk Koperasi dipilih karena sesuai dengan semangat Indonesia. Koperasi Pemuda Ornitho menjadi wadah anggota KBC yang ingin mengembangkan insting wirausahanya terutama yang terkait dengan konservasi alam seperti penyediaan buku-buku informasi, interpreter/ pemandu wisata alam, souvenir, paket wisata alam, kursus singkat, kompos, bibit tanaman, homestay dll. Kegiatan Koperasi Pemuda Ornitho juga dapat menjadi model kegiatan wirausaha dalam rangka pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan konservasi.

Semoga 5 (lima) pilar yang saat ini menjadi nafas KBC dapat berjalan dengan baik dan dapat menjadi model organisasi yang dapat diduplikasi ditempat-tempat lain terutama di sekitar kawasan konservasi.

Saat ini KBC mendapat dukungan pelatihan dan pengembangan organisasi serta menjadi pelaksana kegiatan project Bird Conservation & Education in Kerinci Seblat NP, Sumatra: Building Local Foundation to Address Increasingly Chronic Pressure on Bird Habitat & Population yang didukung pendanaannya dari The Rufford Small Grants Foundation. [Agung Nugroho]

February 23, 2012 at 6:01 am Leave a comment

Mural Competition of Bird Conservation 2012

Eksistensi Kerinci Birdwatching Club (KBC) dalam menyampaikan pesan konservasi dalam lingkup konservasi satwa burung patut diancungkan jempol karena pemikiran-pemikiran inovatif selalu diciptakan seperti yang dilakukan pada minggu 12 Februari 2012 kemaren, pada hari tersebut KBC mengadakan Lomba Mural (Melukis di dinding) di dinding Markas Besar atau Basecamp KBC yang berada di Jalan Gajah Mada Desa Pelayang Raya Kota Sungai Penuh (Depan Sempoa Ship, Jalan menuju Asrama Polisi Aur Duri).
Kegiatan yang bertema “Mendekatkan diri ke alam melalui kegiatan konservasi burung liar dengan beraktifitas melukis dinding/ mural” bertujuan untuk menyampaikan informasi konservasi satwa burung serta memperkenalkan atau mereview ingatan masyarakat akan pentingnya satwa burung dalam keseimbangan ekosistem kehidupan. Kegiatan ini diikuti oleh 12 tim yang setiap timnya berjumlah 2 hingga 3 orang. Tim tersebut berasal dari sekolah SMA/SMK, Kelompok Pecinta Alam dan umum. Tim yang mengikuti lomba mural, hanya dikenakan biaya Rp 30.000 (Tiga Puluh Ribu Rupiah) yang biaya tersebut dikembalikan dalam bentuk 2 tabung cat minyak (warna merah dan hitam), piagam dan snack.
Lomba mural yang dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pembina Kerinci Birdwatching Club (KBC) yaitu Bapak Agung Nugroho, S.Si,MA berlangsung hikmat. Tim yang bekerja cukup kompak diketuai oleh saudara Ighun menarik perhatian penduduk setempat yang antusias menyaksikan peserta lomba dalam melukis dinding yang berukuran 1,5 x 2 meter tersebut. Kegiatan dimulai pukul 09.15 Wib dan selesai pukul 12.15 ,WIb. Peserta diberikan waktu untuk menyelesaikan lukisannya selama 4 jam.
Team Work Lomba Mural Konservasi Burung Tahun 2012
Adapun tim penilai dalam kegiatan lomba mural ialah Sdr. Iding (TNKS), Sdri. Diah (TNKS) dan Sdr. Dodi (FFI). Materi penilaian lomba ada 5 point yakni Estetika, Pesan yang disampaikan, Kekompakkan tim, Ketepatan waktu dan Kesesuaian gambar dengan pesan. Jadi pada lomba mural kali ini tidak hanya gambar hasil lukisan saja dinilai namun beberapa point yang telah ditetapkan oleh juri diatas. Dewan juri yang bertugas  cukup maksimal dalam melaksanakan tugasnya, tepat pukul 12. 15 Wib dewan juri menilai hasil karya lukisan peserta. Setelah itu dewan juri melakukan musyawarah sekitar 30 menit untuk menentukan peserta yang beruntung menjadi pemenang. Senggang 30 menit tersebut, diisi oleh panitia dengan kegiatan door prize yang dipandu oleh Sdri. Fheni dengan pertanyaan-pertanyaan seputar satwa burung, TNKS dan pengetahuan umum khusus wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari panitia diberi kenang-kenangan berupa kaset, stiker kegiatan, gantungan kunci dan pin burung.
Tepat pukul 12.45 Wib, yang ditunggu oleh semua peserta akhirnya tiba juga. Dewan juri telah selesai melaksanakan musyawarah dan siap mengumumkan para pemenang lomba mural tahun 2012. Mewakili Dewan Juri yaitu Sdr. Iding mengumumkan para pemenang lomba yakni:
1.      Juara I, tim dari SMA Negeri 1 Sungai Penuh
2.      Juara II, tim dari Telkomsel Cabang Sungai Penuh
3.      Juara III, tim dari KPA Hijau Club
4.      Juara Harapan I, tim dari SMA Negeri 1 Sungai Penuh.
 Mural Juara I (Tim SMAN 1 Sungai Penuh)
Penyerahan hadiah diberikan oleh perwakilan dari sponsor kegiatan yakni Juara 1 diberikan oleh Kodim 0417 Kerinci yang diwakili oleh Pak De, Juara II diberikan oleh Ibu Neneng dari Dinas Kehutanan Kabupaten Kerinci, juara III diberikan oleh Ibu Debby dari Fauna and Flora Internasional (FFI) dan Juara Harapan I diberikan oleh Ketua Dewan Pembina kerinci Birdwatching Club (KBC) Bapak Agung Nugroho. Para pemenang mendapatkan tropi, piagam serta uang pembinaan dari KBC, jumlah masing-masing yakni juara I sebesar Rp 400.000, juara II sebesar Rp 300.000, juara III sebesar Rp 200.000 dan juara harapan I sebesar Rp 100.000.

Setelah dilaksanakannya penyerahan hadiah kepada para pemenang, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan foto bersama mengakhiri kegiatan lomba. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat dengan pesan-pesan konservasi yang diabadikan di dinding yang berada dijalan sibuk penduduk Kota Sungai Penuh. Kegiatan ini didukung dan disponsori oleh Pemkab Kerinci, Pemkot Sungai Penuh, Balai Besar TNKS, Fauna and Flora Internasional, The Rufford Small Grants Foundation dan Berkat Advertising. (Fheni Singaro)

February 22, 2012 at 5:18 am Leave a comment

Older Posts


Kerinci Birdwatching Club (KBC) adalah organisasi non profit yang berkedudukan di Sungai Penuh dan Kerinci. KBC merupakan kelompok binaan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat dengan keanggotaan terbuka untuk umum dari berbagai kalangan, profesi, kelompok usia, ataupun latar belakang pendidikan yang mempunyai minat terhadap kajian burung, peduli terhadap kelestariannya dan mempunyai jiwa konservasi.
October 2014
M T W T F S S
« Feb    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.